Dalam lanskap industri modern, rantai pasok tidak lagi hanya tentang efisiensi logistik, tetapi juga tentang ketahanan, keberlanjutan, dan kolaborasi manusia dengan teknologi. Konsep Supply Chain 5.0 menandai era baru di mana kecerdasan buatan, analitik data, dan automasi bekerja berdampingan dengan empati dan kreativitas manusia. Untuk membangun sistem rantai pasok yang tangguh di era ini, kerangka Supply Chain Operations Reference (SCOR) tetap menjadi acuan utama. SCOR membantu organisasi memahami, mengukur, dan mengoptimalkan kinerja rantai pasok melalui lima pilar fundamental: Plan, Source, Make, Deliver, dan Return.

Pilar pertama, Plan, berfokus pada perencanaan strategis seluruh rantai pasok. Di era Supply Chain 5.0, perencanaan tidak lagi bersifat reaktif tetapi prediktif, berkat dukungan kecerdasan buatan dan analitik lanjutan. Algoritma machine learning digunakan untuk memprediksi permintaan, mengoptimalkan kapasitas produksi, dan memperkirakan risiko gangguan. Menurut Deloitte (2022), perusahaan yang menerapkan AI dalam proses perencanaan supply chain mampu meningkatkan akurasi peramalan hingga 35 persen dan mengurangi biaya operasional sebesar 15 persen.

Pilar kedua, Source, berkaitan dengan pengadaan bahan baku dan manajemen pemasok. Supply Chain 5.0 menuntut sistem pengadaan yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan. Teknologi blockchain digunakan untuk meningkatkan transparansi dan jejak audit bahan baku, memastikan bahwa seluruh mitra rantai pasok memenuhi standar etika dan lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan tren global menuju responsible sourcing, di mana aspek sosial dan ekologi menjadi pertimbangan utama dalam manajemen pemasok.

Pilar ketiga, Make, mencakup proses manufaktur. Pada tahap ini, prinsip kolaborasi antara manusia dan mesin menjadi inti dari Supply Chain 5.0. Penerapan cobot (collaborative robots), Internet of Things (IoT), dan Edge AI memungkinkan lini produksi yang lebih adaptif, efisien, dan aman. Data real-time yang dikumpulkan dari sensor digunakan untuk melakukan perawatan prediktif, menghindari downtime, dan menjaga konsistensi kualitas produk.

Pilar keempat, Deliver, berfokus pada distribusi dan pemenuhan permintaan pelanggan. Dalam era digital, pelanggan menuntut layanan yang cepat, transparan, dan dapat dipersonalisasi. Teknologi seperti AI-based route optimization dan sistem manajemen transportasi berbasis cloud memastikan pengiriman yang tepat waktu dengan emisi karbon minimal. Perusahaan logistik terkemuka kini juga mulai mengadopsi konsep green delivery, menggunakan kendaraan listrik atau drone untuk mengurangi dampak lingkungan.

Pilar terakhir, Return, menyoroti pentingnya proses pengembalian barang dan daur ulang. Di era ekonomi sirkular, manajemen reverse logistics menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan. Barang yang dikembalikan tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan peluang untuk memperbaiki, mendaur ulang, atau mendesain ulang produk agar memiliki umur pakai lebih panjang. Gartner (2023) mencatat bahwa perusahaan dengan sistem reverse logistics berbasis AI memiliki tingkat efisiensi 40 persen lebih tinggi dibanding sistem konvensional.

Integrasi kelima pilar SCOR ini dalam konteks Supply Chain 5.0 menghasilkan rantai pasok yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga berorientasi pada nilai manusia. Tujuannya bukan sekadar efisiensi, melainkan menciptakan keseimbangan antara produktivitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan tenaga kerja. Dengan pendekatan ini, rantai pasok masa depan akan mampu menghadapi ketidakpastian global dengan kecepatan adaptif yang belum pernah ada sebelumnya.

SCOR tetap relevan karena fleksibilitasnya dalam beradaptasi terhadap teknologi baru. Dari sistem ERP hingga AI-driven analytics, model ini membantu organisasi menghubungkan strategi bisnis dengan eksekusi operasional. Dalam konteks Supply Chain 5.0, SCOR tidak lagi hanya menjadi kerangka pengukuran, tetapi juga peta jalan menuju rantai pasok yang kolaboratif, berkelanjutan, dan berfokus pada manusia.


Referensi
  1. Supply Chain Council. (2012). Supply Chain Operations Reference (SCOR) Model Version 11.0. Supply Chain Council, Inc.
  2. Deloitte. (2022). The Rise of Predictive and Cognitive Supply Chains. Deloitte Insights.
  3. Gartner. (2023). Top Supply Chain Technology Trends 2023: Human-Centric Digitalization. Gartner Research.
  4. Ivanov, D., & Dolgui, A. (2020). Viability of intertwined supply networks: Extending the Supply Chain Resilience angles towards survivability. International Journal of Production Research, 58(10), 2904–2915. https://doi.org/10.1080/00207543.2020.1750727
  5. Xu, X., Lu, Y., Vogel-Heuser, B., & Wang, L. (2021). Industry 4.0 and Industry 5.0—Inception, Conception and Perception. Journal of Manufacturing Systems, 61, 530–535. https://doi.org/10.1016/j.jmsy.2021.10.006

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link