
Pada Kamis, 13 November 2025, Program Studi Teknik Logistik Telkom University Kampus Surabaya menyelenggarakan guest lecture bertema “Challenges and Opportunities with AI for Smart Logistics and Mobility”. Acara hybrid ini menghadirkan Dr. Mansur Maturidi Arief, S.T., M.Sc., Ph.D. (Executive Director Stanford Center for AI Safety) dan diikuti mahasiswa, dosen, serta praktisi melalui Perpustakaan Kampus, Zoom, dan YouTube Live.
Dr. Mansur memaparkan bahwa Artificial Intelligence (AI) menjadi pendorong utama transformasi logistik modern dan mobilitas cerdas, khususnya dalam peningkatan efisiensi operasional dan kecepatan pengambilan keputusan. Meski Indonesia masih menghadapi tantangan pada ketersediaan talenta AI, perkembangan pembelajaran dan riset di lingkungan akademik termasuk isu AI safety menjadi peluang bagi mahasiswa untuk memperkuat kemampuan di teknologi digital, data analytics, dan sistem cerdas berbasis AI.
Materi utama yang ditekankan adalah bias dan potensi kesalahan AI, seperti keliru mengidentifikasi objek, membaca rambu, hingga memprediksi pergerakan kendaraan. Dalam konteks logistik dan mobilitas, hal ini dapat memicu kesalahan rute, prediksi permintaan yang tidak akurat, meningkatnya risiko kecelakaan, serta ketidaktepatan inspeksi otomatis. Karena itu, AI safety dinilai krusial agar teknologi yang diterapkan tetap aman, andal, dan dapat dipercaya. Beliau juga menjelaskan bahwa AI sering bekerja optimal di kondisi ideal, namun menghadapi tantangan besar di lapangan, terutama di negara berkembang. Faktor seperti variasi kondisi jalan, rambu tidak standar, keberadaan kendaraan/objek non-reguler, serta perilaku pengguna jalan yang sulit diprediksi membuat sistem AI rentan salah. Dr. Mansur menekankan pentingnya pengembangan dan pelatihan AI menggunakan data lokal Indonesia agar lebih sesuai konteks.
Di sisi peluang, AI berpotensi meningkatkan kualitas transportasi dan logistik: mengemudi lebih konsisten, akselerasi dan pengereman lebih stabil, hemat bahan bakar, serta meningkatkan efisiensi armada. AI juga mendukung fungsi seperti collision avoidance, fleet management, warehouse automation, dan supply chain visibility. Prosesnya mencakup pengumpulan data dari sensor, deteksi dan klasifikasi objek, prediksi, lalu pengambilan keputusan real-time.
Pada penutupan, Dr. Mansur menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa sepenuhnya bergantung pada model AI luar negeri. Mahasiswa didorong untuk mendalami machine learning, terlibat dalam riset AI untuk logistik, memahami AI safety, dan mengembangkan inovasi rantai pasok berbasis teknologi. Guest lecture ini juga memberikan gambaran peluang besar AI bagi logistik dan mobilitas, sekaligus tantangan yang perlu dikelola secara aman, tepat konteks, dan berkelanjutan. Tak lupa juga mendorong mahasiswa dan sivitas akademika untuk terus terlibat aktif dalam kegiatan guest lecture dan diskusi lanjutan pada agenda akademik berikutnya.